January 15, 2010

Challenges for Economic Development of Tourist-Related Business in Bali

Posted in Uncategorized tagged , , at 9:42 pm by Karina S. Pangalela

Bali, one of the most popular islands in the world, is well known as an island of tourist’s destination. As a tourist’s destination, Bali has enjoyed a rapid development in infrastructure and it affects Bali’s economy which is now dependent on tourism sector or other tourist-related businesses. The economic dependence on this sector is quite dangerous for the stability of the island’s economy because tourism can be affected by national, regional and international issues. Because the Balinese people too much depend on the industry, the local government and people should work together to develop other industries which could reduce the economic dependence on tourist’s business as well as to create a conducive condition to develop the industries.

They should develop other sectors related to tourism industry but not as fragile as the industry. There are a number of sectors such as handicraft industry and agriculture industry which could be developed by the local government and people. The development of these two sectors could support the tourism development and reduce the dependence on tourist business at the same time. For example, if handicraft industry has well developed, people could export the handicraft to other countries as well as sell it as a trademark of Balinese culture for tourists.

To create a conducive condition for these industries, the local government can enforce regulations and policies to build a sustainable industry. They are not only about how to develop the industry in the long term but also how to create supportive condition for the industries. Such a condition is important to maintain because without which the industries can not develop. Private enterprises need to be encouraged to participate in development the industries.

In conclusion, to solve the problem of being heavily dependent on tourism, we need the support of both from the local government and people. They should also work together to create a conducive condition for the industries.

June 30, 2009

Ia “Hidup” !

Posted in Uncategorized tagged at 2:04 pm by Karina S. Pangalela

satu api hilang cahaya panas
masihkah ia menjadi “api” ?
satu tubuh hilang jiwa dalam raga
masihkah ia “hidup” ?
.
siapa yg selalu bertanya tentang apa dengan sejuta mengapa?
siapa yg tak hilang kata dalam senyap hingga ragapun enggan bernafas?
.
hening ini tak selamanya hening
hening ini tak jua bening
selalu ada sosok bayangmu
menyamar tiang-tiang gantungan
seolah menyambut kematian yg seakan telah digariskan
.
satu tubuh hilang jiwa dalam raga
hidup dalam sejuta kisah kasih masa lampau,
hidup dalam cuplikan cerita derita kota Jakarta,
hidup dalam angan insan terlupakan
.
ia “hidup”
dan akan selamanya “hidup”

May 29, 2009

Reformasi Birokrasi di Departemen Keuangan

Posted in Uncategorized tagged at 7:56 am by Karina S. Pangalela

Topik reformasi birokrasi bersifat strategis dan sekaligus menjawab persoalan/problematik mendasar bangsa ini. Sehebat apapun program pemerintah, seluar biasa apapun proposal-proposal proyek dengan akurasi data dan analisa masalah yang seolah valid, semuanya dapat dipastikan akan gagal atau sekurang-kurangnya tidak memenuhi sasaran sebagaimana ditargetkan. Mengapa itu bisa terjadi? Jawabannya hanya satu, sistem birokrasi kita yang menjadi biang keladi semuanya. Birokrasi kita yang berbelit-belit dan rumit, serta tidak efektif dan efisien menyebabkan salah kelola dan salah urus di semua tahapan pembangunan. Sistem birokrasi yang tidak profesional terbukti menimbulkan aneka masalah. Satu contoh paling nyata dalam hal ini adalah kekacauan administrasi yang terkait daftar pemilih tetap dalam pemilu legislatif lalu. Itulah cermin buram birokrasi kita.

Dalam konteks itu, reformasi di Departemen Keuangan adalah hal mendesak dan tidak dapat ditunda-tunda lagi sebab Departemen Keuangan memiliki fungsi yang sangat strategis. Bukan hanya mengelola keuangan dan kekayaan negara, melainkan juga memainkan peran utama dalam upaya mewujudkan suatu tata kelola administrasi pemerintahan agar lebih efektif dan efisien serta andal. Di sisi lain, semua departemen, non-departemen, dan lembaga pemerintah dari pusat hingga ke daerah senantiasa berhubungan dengan Departemen Keuangan, baik dalam pemenuhan anggaran rutin maupun kaitannya dengan anggaran-anggaran pembangunan lainnya.

Untuk keberhasilan reformasi di Departemen Keuangan, prioritas apakah yang harus dilakukan? Pertama-tama adalah pembenahan sistem manajemen dan pola koordinasi antarbagian agar menjadi lebih padu, kompak, sigap dan cekatan, serta senantiasa mengedepankan kompetensi dan profesionalisme. Kedua, perlunya mengedepankan pola recruitment kepegawaian yang bebas dari KKN serta pemilihan atau penunjukan pejabat haruslah didasari semangat the right man in the right place. Ketiga, harus ditegakkan suatu sistem renumerasi yang berlandaskan pada capaian pretasi/grading dalam menentukan besaran tunjangan pegawai bersangkutan. Keempat, dalam melakukan reformasi birokrasi di Departemen Keuangan diperlukan pemimpin yang konsisten pada komitmen, jujur, berwibawa, serta memiliki keberanian dan ketegasan (sebagai contoh telah dibuktikan menteri keuangan dalam melakukan reformasi dengan memindahkan dan mengganti lebih dari 1000 pegawai bea dan cukai dengan pegawai-pegawai yang dinilai lebih bersih dan berdedikasi). Keempat hal di atas itu penting, tapi yang jauh lebih penting pula adalah reformasi mentalitas aparat dan penegakan corporated culture (budaya kerja).

Saya berkeyakinan bahwa problematik mendasar dari bangsa ini termasuk pemerintahnya adalah persoalan bagaimana menjadikan birokrasi kita lebih sehat dan lebih berdaya guna secara fungsional dan profesional.

May 23, 2009

Suratan oleh Sang Budaya

Posted in Uncategorized tagged at 10:34 am by Karina S. Pangalela

Wahai, Baliku

Masihkah kau ingat diriku?

Masihkah kau paham hadirku?

.

Bali, saudara lamaku

Tak rindukah kau pada bayangku?

Tak rindukah kau pada sosokku?

.

Ribuan tahun kebersamaan tak terbantahkan

.     kini dipertanyakan

Ribuan tahun pergumulan tak terpisahkan

.     kini dipertanyakan

.

Baliku, saudara sehatiku

Mengapa kau coba tinggalkan aku?

. yang sudah jadi bagian tak terpisahkan dari hidupmu

Mengapa kau ingkari jiwamu

. yang tak lain adalah aku?

.

Kumerindu kala kita berkarya bersama

Melahirkan pupuh-pupuh khusyuk nan indah,

Mencitrakan tari-tarian eksotis spiritualis,

Melantunkan tembang-tembang sarat makna

.

Kini karya kita memang masih terkenang

. memang tampak masih nyata ada

Tapi sadarkah kau, semua tak lagi sama jika kita tak bersama

Mereka hilang makna dalam karya

.     hilang jati dalam diri

.

Wahai, Baliku,

Tak rindukah kau pada sosokku?

Masihkah kau paham hadirku,

.     budaya Bali, saudara lama tak terpisahkan yang kini kau lupakan

Previous page · Next page

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.